Tidak ada yang ingin terpilih, karna semestinya memang dia, aku dan kau bukan pilihan. Jadi yang terbaik pun bukan pencapaian. Dia, aku dan kau nyatanya bukan sedang berkompetisi.
Kalian hanya tergoda jalur yang begitu kosong, seakan dia dan kau akan sampai finish dengan mudah.
Tapi maaf ini bukan jalur perlombaan. Sekali lagi, ini bukan perlombaan.
Aku masih trauma, masih terlalu sering muncul kata "kalau nanti..., bagaimana ?" dibenakku.
Aku terlalu takut untuk mencoba lagi.
Masih terlalu takut untuk sakit lagi dan ditinggal lagi.
"Rasa" dimulut ku kali ini beda, Cenderung "hambar" agak "kecut".
Bukannya aku sudah membeli "gula" kemarin ?
Mungkin aku lupa "memasukkannya" atau aku lupa "mengaduknya?"
Ku lihat dari kejauhan rasanya harus berlari untuk mengejarnya
Setengah perjalan baru ku tanyakan pada diriku "sia-sia kah lari ku ini ?"
Harusnya aku tidak perlu berlari sejauh ini bahkan sejauh itu
Karna seharusnya tujuan ku hanya sampai tengah saja
Setengahnya ???
Orang diujung sana yang harusnya juga berlari menuju titik tengah
Ku sudahi lari ku ini
Aku tidak berhenti
Aku hanya mengurangi energi ku
ya, Aku Berjalan...